MANAJEMEN KELAS DI SD
TUGAS 2
MENEJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Menejemen pembelajaran
DI SUSUN OLEH
Nama :ELFIRA DEVITA SRI
Bp : (1620180)
Bp : (1620180)
DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP ) ADZKIA
2019
A.KONSEP MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan prosesbelajar
mengajar, dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan
esien. Pada dasarnya, manajemen pembelajaran merupakan pengaturansemua
kegiatan pembelajaran, baik kegiatan pembelajaran yangdikategorikan dalam
kurikulum inti maupun penunjang, berdasarkankurikulum yang telah ditetapkan
sebelumnya; oleh Kementrian PendidikanNasional atau Kementrian Agama.
Menurut brahim !afadhal, manajemen pembelajaran adalah segalausaha
pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya prosesbelajar
mengajar yang efektif dan esien. Manajemen program pembelajaransering disebut
dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran. Pengertian manajemen
pembelajaran demikian dapat diartikansecara luas, dalam arti mencakup
keseluruhan kegiatan bagaimanamembelajarkan mulai dari perencanaan pembelajaran
sampai pada penilaian pembelajaran.
Pendapat lain menyatakan bahwa
manajemen pembelajaran merupakan bagian dari strategi pengelolaan
pembelajaran. Manajemen pembelajaran dapat juga diartikan sebagai usaha ke
arah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktifitas-aktivitas orang lain atau membuat
sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain, berupa peningkatan minat, perhatian,
kesenangan, dan latar belakang.
B.TUJUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Tujuan
Manajemen pembelajaran yaitu erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum,
karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan secara optimal.Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen
pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan
pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik dan
Keterampilan Dasar Mengajar .
Tujuan pokok mempelajari manajemen
pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang
sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti
tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan
C.KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
Manajemen
pembelajaran pada hakekatnya mempunyai pengertian yang hampir sama dengan
manajemen pendidikan .namun ruang lingkup dan bidang kajian manajemen
pembelajaran merupakan bagian dari manajemen sekolah dan juga merupakan ruang
lingkup kajian manajemen pendidikan .
Namun demikian ,manajemen pendidikan mempunyai
jangkauan yang lebih luas dari pada manajemen sekolah dan managemen
pembelajaran .dengan perkataan lain manajemen pembelajaran merupakan element
dari pembelajaran sekolah sedangkan manajemen sekolah merupakan bagian dari
manajemen pendidikan.atau peenrapan manajemen pendidikan dalam organisasi
sekolah sebagai salah satu komponen dari system pendidikan yang berlaku.
Keberhasilan
sebuah usaha maka manajemen haruslah di laksanakan berdasarkan dalil-dalil umum
manajemen atau yang lebih di kenal sebagai prinsip-prinsip manajemen .dari
sekian banyak prinsip manajemen yang dapat di ajarkan dan di pelajari oleh
seorang calon manajer ,diantarnya yang terpenting adalah:
1.prinsip
pembagian kerja
Dalam membagikan tugas dan jenisnya kepada
semua kerabat kerja ,seorang ,manajer hendaknya bersifat adil yaitu,harus
bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2.prinsip
wewenang dan tanggung jawab
Setiap kerabat kerja atau karyawaan hendaknya
di beri wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan
mempertanggungjawabkan nya kepada atasan secara langsung.
3.prinsip
tertib dan disiplin
Disiplin adalah kesediaan untuk melakukan
usaha atau kegiatan nyata (bekrja dengan sesuai dengan jenis pekrjaaan yang
menjadi tugas dan tanggung jawab nya )berdasarkan rencana,peraturan dan
waktu,(wktu kerja)yang telah di tetapkan.
D.PERAN GURU DALAM MANAJEMEN
KELAS
1. Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan
dan identifikasi bagi para peserta didik,
dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas
tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran
guru sebagai pendidik (nurturer) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti
penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain,
moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar,
persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan
hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat
disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab
pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat
laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
2. Guru Sebagai Pengajar
Peranan guru
sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti
motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal,
tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika
factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat
belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi
peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
3. Guru Sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing
perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab
atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya
menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral
dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
.4. Guru Sebagai Pemimpin
Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu
pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan
menjadi imam.
5. Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran
Guru harus mampu menguasai berbagai metode
pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah
pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang
dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.
6. Guru Sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para
peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan
yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang,
apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan
guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya
yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja,
sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses
berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara
umum.
7.
Sebagai Anggota Masyarakat
Peranan guru
sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat
berperan aktif dalam pembangunan disegala bidang yang sedang dilakukan. Ia
dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat
melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan
kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku
dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.
8. Guru
sebagai administrator
Seorang guru
tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator
pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas
administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara
administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar
mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang
dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan
sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya
dengan baik.
9.
Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik
juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai
penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.Peserta
didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam
prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagai
orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami
psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
10. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke
dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat
jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian
halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita.
Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari
pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam
pendidikan.
11.
Guru Sebagai Pendorong
Kreatifitas
Kreativitas merupakan hal yang sangat penting
dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan
proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat
universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita.
Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya
tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk
menciptakan sesuatu.
12. Guru
Sebagai Emansipator
Dengan
kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap
insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi
kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali
membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan
dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran
sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan
mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya
diri.
13. Guru
Sebagai Evaluator
Evaluasi atau
penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan
banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti
apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan
dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus
dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu
persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
14.
Guru Sebagai Kulminator
Guru adalah
orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir
(kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi,
suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan
belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator.
DAFTAR PUSTAKA
Nanang Fattah .2001.Landasan
Manajemen Pendidikan .Bandung:Remaja Rosdakarya.
Syafrudddin .2005. Manajemen lembaga
pendidikan islam ,Cet.1 .jakarta :ciputat press.
Ricky .W. Griffin .2004. Manajemen,alih bahasa gina gania,editor Wisnu candra Kristiaji
.jakarta:Erlangga.
Postingnnya sangt bermanfaat, tapi saya mau bertanya, apa yg harus di perhatikan guru dalam manajemen kelas kak?
BalasHapusTerima kasih kak yulastri aroza,disini saya akan menjawab pertanyaan dari kakak,yg harus di perhatikan guru yaitu,hubungan,keterampilan,memaksimalkan,keterlibatan siswa dan melakukan pemulihan🙏
HapusAssalamualaikum wr wb...kepada saudari Elfira saya ingin bertanya, bagaimana menurut saudara, seorang guru yang memiliki ke pribadian yang buruk, sementara kita mengetahui bahwa guru itu adalah model atau teladan bagi siswanya???
BalasHapusTerima kasih
Waalaikumsalam kak ,disini saya akan menjawab pertanyaan kakak,klau kita sbgai guru memiliki kepribadiaan yg buruk maka kita akan merubah kepribadian kita ke lbih yg baik lagi,krna kita sebagai seorang guru harus memiliki kepribadian yg baik dn mulia,arif dn bijaksana,dan menjadi teladan yg baik bagi peserta didik,sekian jawaban dari saya kak,assalamualaikum wr.wb😊
HapusCoba saudari jelaskan apa saja yg harus dipatuhi oleh guru dalam kode etik nya???
BalasHapusYaitu: guru harus bisa menciptakan suasana kehidupan sekolah dn memelihara hubungan dengan ortu murid sebaik- baiknya bagi kepentingan anak didiknya
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSetelah saya membaca materi dari saudari Elfira. Disini saya sedikit bertanya.
BalasHapusMenurut saudari apakah seorang guru yang tidak memiliki standar kualitas, yang mencangkup tanggung jawab,wibawa, mandiri, dan disiplin bisa disebut sebagai guru yang pendidik??? Coba saudari jelaskan!!
Terima kasih🙏
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMateri nya sangat bagus dan bermanfaat sekali
BalasHapusAlhamdulillah ya kak👍
HapusMateri yang sangat bagus
BalasHapusTerima kasih banyak kakak
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat artikel nya
BalasHapusAlhamdulillah ,terima kasih bnyak kak😊
HapusSangat bermanfaat artikelnya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus kk. Dan sangat bermanfaat
BalasHapusMatri nya bagus kak,trimaksih kak..
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus