BELAJAR DAN MENGAJAR
TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
| BELAJAR DAN MENGAJAR |
OLEH
ELFIRA DEVITA SRI (1620180)
DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP )
ADZKIA
2019
A.Pengertian Belajar dan Mengajar
Pengertian Belajar Sebagian orang
beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan
fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Orang yang
beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak-anaknya
telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian besar informasi
yang terdapat dalam buku teks atau yang diajarkan oleh guru. Di samping itu,
ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti
yang tampak pada latihan membaca dan menulis. Berdasarkan persepsi semacam ini,
biasanya mereka akan merasa cukup puas bila anak-anak mereka telah mampu
memperlihatkan keterampilan jasmaniah tertentu walaupun tanpa pengetahuan mengenal
arti, hakekat, dan tujuan keterampilan tersebut.1Untuk menghindari
ketidaklengkapan seperti tersebut, penulis akan melengkapi sebagian definisi
mereka dengan beberapa pandangan dari para tokoh pedidikan. 1 Muhibbin syah.
1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan baru.(Bandung : Remaja Rosda Karya)
Menurut Skinner, seperti
dikutip Barlow (1985) dalam bukunya Educational Psychology: The
Teaching-Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses
adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.
Pendapat ini diungkapkan dalam pernyataan ringkasnya, bahwa belajar adalah ...
a process of progressive behavior adaptation. Berdasarkan eksperimennya, B. F.
Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang
optimal apabila ia diberi penguat (reinforce). Skinner, seperti juga Pavlov dan
Guthrie, adalah seorang pakar teori belajar berdasarkan proses conditioning
yang pada prinsipnya memperkuat dugaan bahwa timbulnya tingkah laku itu lantaran
adanya hubungan antara stimulus (rangsangan) dengan respon (tanggapan, reaksi).
Namun, patut dicatat bahwa definisi yang bersifat behavioristik ini dibuat
berdasarkan hasil eksperimen dengan menggunakan hewan, sehingga tidak sedikit
pakar yang menetangnya. Chaplin dalam Dictionary of Pshycology membatasi
belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama berbunyi ... acquisition of
any relatively permanent change in behavior as a result of practice and
experience. Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif
menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan keduanya Process of
acquiring responses as a result of special practice, belajar ialah proses
memperoleh respons-respons sebagai akibat adanyan latihan khusus.
Menurut Oemar Hamalik,
“Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman
(Learning is defined as the modification or strengthening of behaviour through
experiencing). Yang berarti bahwa, belajar merupakan suatu proses suatu
kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan
tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu
penguasaan hasil latihan
Menurut Tadjab, “Belajar adalah
berubahnya kemampuan seseorang untuk melihat, berfikir, merasakan, mengerjakan
sesuatu, melalui berbagai pengalaman-pengalaman yang sebagiannya bersifat
perceptual, sebagiannya bersifat intelektual, emosional maupun motorik.”5Reber
dalam kamus susunannya yang tergolong modern, Dictionary of Psychology
membatasi belajar dengan dua macam definisi. Pertama, belajar adalah The
process of acquiring knowledge, yakni proses memperoleh pengetahuan. Pengertian
ini biasanya lebih sering dipakai dalam pembahasan psikologi kognitif yang oleh
sebagian ahli dipandang kurang representatif karena tidak mengikutsertakan
perolehan keterampilan non kognitif.
Kedua, belajar adalah A
relatively permanent change in respons potentiality which occurs as a result of
reinfoerced practice, yaitu suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif
langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. Dalam definisi ini terdapat
empat macam istilah yang esensial dan perlu disoroti untuk memahami proses
belajar.
a.Relatively permanent, yang secara umum menetap.
b.Response
potentiality, kemampuan bereaksi.
c.Reinforcel, yang
diperkuat.
d.Practise, praktik
atau latihan.
Istilah konotasinya ialah
bahwa perubahan yang bersifat sementara seperti perubahan karena mabuk, lelah
jenuh, dan perubahan karena kematangan fisik tidak termasuk belajar. Istilah berarti
menunjukkan pengakuan terhadap adanya perbedaan antara belajar dan penampilan
atau kinerja hasil-hasil belajar. Hal ini merefleksikan keyakinan bahwa belajar
itu merupakan peristiwa hipotesis yang hanya dapat dikenali melalui perubahan
kinerja akademik yang dapat diukur. Istilah konotasinya ialah bahwa kemajuan yang didapat
dari proses belajar mungkin akan musnah atau sangat lemah apabila tidak diberi
penguatan. Sedangkan istilah yang terakhir, yakni practise, menunjukkan bahwa
proses belajar itu membutuhkan latihan.
Pengertian
Mengajar
Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, akan
tetapi antara keduanya terdapat suatu hubungan yang erat sekali. Bahkan antara
keduanya terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain. Antara kedua kegiatan itu
saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. Bagi kaum
konstruktivis, mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke
murid, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri
pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk
pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan
justifikasi. Jadi, mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri.
B .PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DAN MENGAJAR
Dalam kegiatan belajar mengajar, seorang
guru harus menggunakan teori-teori dan prinsip-prinsip belajar tertentu agar
dapat membimbing aktifitas guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan
belajar mengajar. Prinsip-prinsip belajar dapat digunakan untuk mengungkapkan
batas-batas kemungkinan dalam pembelajaran sehingga guru dapat melakukan
tindakan yang tepat. Selain itu dengan teori dan prinsip-prinsip belajar guru
juga dapat memiliki dan mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang
peningkatan belajar siswa.
1. Perhatian
dan motivasi
Perhatian
mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap pelajaran
akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu
yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam
kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.
Motivasi adalah
tenaga yang digunakan untuk menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang.
Menurut H.L. Petri, “motivation is the concept we use when we describe the
force action on or within an organism to initiate and direct behavior”.
Motivasi data merupakan tujuan pembelajaran. Sebagai alat, motivasi merupakan
salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang
dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan,
nilai-nilai dan keterampilan.
Motivasi erat
kaitannya dengan minat.siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi
tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya
untuk mempelajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh
nilai-nilai yang di anggap penting dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut
mengubah tingkah laku dan motivasinya.
Motivasi dapat
bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dapat juga bersifat
eksternal yakni datang dari orang lain. Motivasi dibedakan menjadi dua:
a. Motif
intrinsik.
Motif intrinsik
adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Sebagai
contoh, seorang siswa dengan sungguh-sungguh mempelajari mata pelajaran di
sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya.
b. Motif
ekstrinsik.
Motif ekstrinsik
adalah tenaga pendorong yang ada diluar perbuatan yang dilakukannya tetapi
menjadi penyerta. Contohnya siswa belajar dengan sungguh-sungguh bukan
dikarenakan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya tetapi didorong oleh
keinginan naik kelas atau mendapatkan ijazah. Keinginan naik kelas atau mendapatkan
ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar.
Motif ekstrinsik
dapat berubah menjadi motif intrinsik yang disebut “transformasi motif”.
Sebagai contoh, seseorang belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
(LPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi
seorang guru. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik, yaitu untuk menyenangkan
hati orang tuanya,tetapi setelah belajar beberapa lama di LPTK ia menyenangi
pelajaran-pelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru.
Jadi motif pada siswa itu semula ekstrinsik menjadi intrinsik.
2. Keaktifan
Belajar tidak
dapat dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak dapat dilimpahkan kepada orang
lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalaminya sendiri.
John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus
dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang sendiri.
Guru sekedar pembimbing dan pengarah.
Menurut teori
kognitif, belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah
informasi, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi.
Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, konstruktif dan mampu merencanakan
sesuatu. Dalam proses balajar mengajar anak mampu mengidantifikasi, merumuskan
masalah, mencari dan menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan dan menarik
kesimpulan.
Dalam setiap
proses belajar siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu dapat berupa
kegiatan fisik dan kegiatan psikis. Kegiatan fisik bisa berupa membaca,
mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya.
Sedangkan kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang
dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep
dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan dan kegiatan psikis yang lain.
3.
Keterlibatan langsung/berpengalaman
Menurut Edgar
Dale, dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut
pengalamannya, mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar dari
pengalaman langsung. Belajar secara langsung dalam hal ini tidak sekedar
mengamati secara langsung melainkan harus menghayati, terlibat langsung dalam
perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Belajar harus dilakukan
siswa secara aktif, baik individual maupun kelompok dengan cara memecahkan
masalah (problem solving). Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.
Keterlibatan siswa di dalam belajar tidak hanya keterlibatan fisik semata,
tetapi juga keterlibatan emosional, keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam
pencapaian perolehan pengetahuan, dalam penghayatan dan internalisasi
nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai, dan juga pada saat mengadakan
latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan.
4. Pengulangan
Menurut teori
psikologi daya, belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang
terdiri atas mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir,
dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan
berkembang.
Berangkat dari
salah satu hukum belajarnya “law of exercise”, Thorndike mengemukakan bahwa
belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons, dan pengulangan
terhadap pengamatan-pengamatan itu memperbesar peluang timbulnya respons benar.
Pada teori
psikologi Conditioning, respons akan timbul bukan karena oleh stimulus saja
tetapi oleh stimulus yang di kondisikan, misalnya siswa berbaris masuk ke
kelas, mobil berhenti pada saat lampu merah.
Ketiga teori
tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun
dengan tujuan yang berbeda. Walaupun kita tidak dapat menerima bahwa belajar
adalah pengulangan seperti yang dikemukakan ketiga teori tersebut, karena tidak
dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar, namun prinsip pengulangan
masih relevan sebagai dasar pembelajaran.
5. Tantangan
Teori Medan
(Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam situasi belajar
berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Dalam situasi siswa
menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan
yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan
itu yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut.
Tantangan yang
dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan
belajar yang baru, yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat
siswa tertantang untuk mempelajarinya.
Penggunaan metode
eksperimen, inkuiri, diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk
belajar secara lebih giat dan sungguh-sungguh. Penguatan positif maupun negatif
juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh ganjaran atau
terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan.
6. Balikan dan
penguatan
Prinsip belajar
yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori
belajar Operant Conditioning dari B.F. Skinner. Kalau pada teori conditioning
yang diberi kondisi adalah stimulusnya, maka pada operant conditioning yang
diperkuat adalah responnya. Kunci dari teori belajar ini adalah law of
effectnya Thorndike.
Siswa belajar
sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik
itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Nilai yang baik dapat
merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Sebaliknya, anak yang
mendapat nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik
kelas. Hal ini juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. Inilah yang
disebut penguatan negatif atau escape conditioning.
Format sajian
berupa tanya jawab, diskusi, eksperimen, metode penemuan dan sebagainya
merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan
penguatan.
7. Perbedaan
individu
Siswa merupakan
individual yang unik, artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis, tiap
siswa memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Perbedaan belajar ini
berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Sistem pendidikan klasikal yang
dilakukan di sekolah kita kurang memperhatikan masalah perbedaan individual,
umumnya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu
dengan kemampuan rata-rata, kebiasaan yang kurang lebih sama, demikian pula
dengan pengetahuannya.
Pembelajaran
klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapat diperbaiki dengan beberapa
cara, misalnya:
• Penggunaan
metode atau strategi belajar-mengajar yang bervariasi
• Penggunaan
metode instruksional
• Memberikan
tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa pandai dan memberikan
bimbingan belajar bagi anak-anak yang kurang
• Dalam
memberikan tugas, hendaknya disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa
Implikasi
prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tampak dalam setiap kegiatan
perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung.
C.KETERAMPILAN –KETERAMPILAN MENGAJAR
1.
Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Keterampilan
membuka dan menutup pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam
kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental
maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang di sajikan sehingga akan
mudah mencapai kompetensi yang di harapkan.
Yang dimaksud
dengan keterampilan membuka pelajaran itu sendiri adalah suatu kegiatan yang
dilakukan oleh guru dalam menyiapkan/menciptakan suatu suasana yang kondusif agar
para siswa tersebut dapat siap secara mental dan agar mempunyai perhatian yang
terpusat pada suatu pelajaran yang akan dilakukan.Secara khusus tujuan membuka
pelajaran adalah untuk :
a.
Menarik perhatian siswa
b.
Menumbuhkan motivasi belajar siswa
Sedangkan yang
dimaksud dengan menutup pelajaran itu sendiri mempunyai pengertian sebagai
suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri suatu pelajaran dengan
mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran.Didalam keterampilan menutup pelajaran
ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh guru, diantaranya adalah;
a.
Meninjau kembali penguasaan materi pelajaran siswa dengan cara guru merangkum
inti daripada pelajaran itu sendiri dan membuat suatu ringkasan
b.
Memberikan dorongan Psikologis/Sosial. Hal ini dapat dilakukan dengan cara
memberikan pujian kepada para siswa. Mengevaluasi, dengan cara:
1
Mendemonstrasikan keterampilan
2
Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain
3 Mengeksplorasi
pendapat siswa
4
Memberikan soal tertulis
2.
Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan
menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara
sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Penyampaian informasi yang terencana dengan
baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan
menjelaskan.
a. Tujuan
Memberikan Penjelasan
1
Membimbing murid untuk mendapatkan dan memahami hukum, dalil, fakta, definisi,
dan prinsip secara objektif dan bernalar.
2
Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau
pertanyaan.
3
Untuk mendapatkan balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk
mengatasi kesalahpahaman mereka.
4
Membimbing murid untuk
menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam
pemecahan masalah.
b. Komponen-komponen
keterampilan menjelaskan
Secara garis
besar komponen-komponen keterampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :
1
Merencanakan, mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan,
penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan
penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang
telah ditentukan.
2
Penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut
: kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan
balikan.
3.
Keterampilan Dasar Bertanya
Melalui
keterampilan ini guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih
bermakna. Pembelajaran akan menjadi akan sangat membosankan manakala selama
berjam-jam guru materi pelajaran tanpa diselingi dengan pertanyaan,baik sekedar
pertanyaan pancingan,atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir.
Teknik bertanya
adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan guru untuk mengajukan pertanyaa
kepada peserta didik dengan memperhatiakn karakteristik dan latar belakang
peserta didik. Ada 4 jenis pertanyaan yang dapat digunakan dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran, yaitu pertanyaan permintaan, pertanyaan mengarahkan atau
menuntun, pertanyaan bersifat menggali, dan pertanyaan retoris.
a.
Hakikat ketrampilan bertanya
Dengan bertanya
kita dapat mengetahui informasi tentang apa saja yang ingin kita ketahui.
Dikaitkannya dengan proses pembelajaran maka kegiatan bertanya antara guru
dengan siswa, antara siswa dengan guru ini menunjukkan adanya iteraksi dikelas
yang dinamis dan multi arah.
b.
Tujuan adanya ketrampialn bertanya adalah
1
Menimbulkan rasa keingintahuan siswa
2
Merangsang fungsi berfikir
3 Mengembangkan
ketrampilan berfikir
4
Memfokuskan perhatian siswa
5
Menstruktur tugas yang akan doberikan
6
Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
7 Merangsang
terjadinya diskusi dan memperhatikan terhadap gagasan dan terapan siswa sebgai
subjek didik .
4.
Keterampilan Dasar Memberikan Penguatan
(Reinforcement)
Adalah segala
bentuk respons yang merupakan bentuk dari modifikasi tingkah laku guru terhadap
tingkah laku siswa.Melalui keterampilan penguatan (reinforcement) yang diberikan guru, maka siswa akan terdorong
selamanya untuk memberikan respons setiap kali muncul stimulus dari guru. Ada
dua jenis penguatan yang bisa diberikan oleh guru,yaitu penguatan verbal dan
nonverbal.
a.
Penguatan verbal adalah penguatan yang di ungkapkan dengan kata-kata,baik
kata-kata pujian dan penghargaan atau kata-kata koreksi.
- Penguatan Nonverbal adalah penguatan yang di ungkapkan melalui bahasa isyarat.
Terdapat beberapa
hal yang harus di perhatikan dalam memberikan penguatan agar penguatan itu
dapat meningkatkan motivasi pembelajaran.
1
Kehangatan dan Keantusiasan
2
Kebermaknaan
3
Gunakan Penguatan yang bervariasi.
4
Berikan Penguatan dengan segera.
5.
Keterampilan Variasi Stimulus
Adalah
keterampilan guru untuk menjaga agar pembelajaran tetap kondusif,tidak
membosankan sehingga siswa menunjukkan sikap antusias dan ketekunan, serta
berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Keterampilan ini sangat di perlukan bagi setiap guru. Sebab, KBK
mengharapkan siswa berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan proses
pembelajaran.
Ada tiga jenis
stimulus yang dilakukan guru,yaitu :
a. Variasi pada waktu bertatap muka atau melaksanakan proses pembelajaran,
meliputi :
1
Penggunaan variasi suara (teacher
voice)
2
Pemusatan perhatian siswa (Focusing)
3
Kesenyapan/kebisuan guru (Teacher
Silence)
4
Mengadakan kontak pandang dan gerak
(eye contact and movement)
5
Gerakan badan mimik
6 Pergantian posisi guru dalam kelas dan
gerak guru (teachers movement)
b. Variasi dalam menggunakan media/alat bantu
pembelajaran.
c. Variasi dalam melakukan pola interaksi
6.
Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas
adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang
optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu
suasana pembelajaran. Komponen – komponen keterampilan mengelola kelas
adalah sebagai berikut.
a. Keterampilan yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif).
Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan
mengendalikan kegiatan pembelajaran, sehingga berjalan secara optimal, efisien
dan efektif. Keterampilan tersebut meliputi :
1
Menunjukkan sikap tanggap
2
Memberi perhatian
3
Memusatkan perhatian kelompok
4
Memberikan petunjuk yang jelas
5
Menegur
6
Memberi penguatan
b. Keterampilan yang berhubungam dengan
pengembalian kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan
respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan. Dalam hal ini guru
dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang
optimal (E. Mulyasa, 2004; Hasibuan dkk.,1994).
7.
Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok
adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam
interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi,
pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan
strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu
masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir,
berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi
kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan
berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
Komponen-komponen
keterampilan membimbing diskusi.
1.
Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topic diskusi.
2.
Memperluas masalah atau urutan pendapat
3.
Menganalisis pandangan siswa
4.
Meningkatkan urunan pikir siswa
5.
Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
6.
Menutup diskusi
8.
Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Secara fisik
bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3- 8
orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok
kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap
siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun
antara siswa dengan siswa.
Komponen
keterampilan yang digunakan adalah: keterampilan mengadakan pendekatan secara
pribadi, keterampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing dan memudahkan
belajar dan keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar
mengajar.
Diharapkan
setelah menguasai delapan keterampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas
dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan
mengembangkan keterampilan-keterampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam
mengajar. Keterampilan mengajar yang esensial secara terkontrol dapat
dilatihkan, diperoleh balikan (feed back) yang cepat dan tepat,
penguasaan komponen keterampilan mengajar secara lebih baik, dapat memusatkan
perhatian secara khusus kepada komponen keterampilan yang objektif dan
dikembangkannya pola observasi yang sistematis dan objektif.
D.TUJUAN KETERAMPILAN MENGAJAR
1. dapat
memahami hakikat keterampilan dasar
mengajar yang dapat dipratikkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis
keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan
dasar mengajar untuk meningkatkan kuaitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan
memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik
dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat serta bisa memberikan penguasaan kelas yang baik.
2. untuk
membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan
pembelajaran. Bagi calon tenaga pendidik hal ini akan memberi pengalaman
mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara
terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan
keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga
pendidik. Memberikan kemungkinan calon tenaga pendidik untuk mendapatkan
bermacam keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana
menerapkan dalam program pembelajaran sehingga pada akhir masa kuliah mahasiswa
diharapkan memiliki kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan nilai–nilai dasar
atau sikap yang direfleksikan dalam berfikir dan bertindak) sebagai calon guru
sehingga memiliki pengalaman melakukan pembelajaran dan kesiapan untuk
melakukan praktek pendidikan di sekolah/lembaga/klub.
D. MACAM
–MACAM KETERAMPILAN MENGAJAR
1. Ketrampilan Bertanya
Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah
bertanya”. Bertanya merupakan ucapanverbal yang meminta respon dari seseorang
yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai
dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanyamerupakan
stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar,
bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik
danteknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif. Pertanyaan yang
baik di bagimanjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan
menurut taksonomoBloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan
permintaan ( compliancequestion), pertanyaan retoris (rhetorical question),
pertanyaan mengarahkan atau menuntun(prompting question) dan pertanyaan
menggali (probing question). Sedangkan pertanyaanmenurut taksonomi Bloom,
yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagdequestion),
pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application
question), pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi
(evaluation question).Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar
mengajar, guru perlu menunjukkansikap yang baik pada waktu mengajukan
pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa.Dan harus menghindari kebiasaan
seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawabansiswa, mengulang
pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,menentukan
siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan
ganda.Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat
tanya atau suruhan yangmenuntut respons siswa sehingga dapat menambah
pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam
golongan pertanyaan. Ketrampilan bertanya di bedakan atasketrampilan bertanya
dasar dan ketrampilan bertanya lanjut.Ketrampilan bertanya dasar mempunyai
beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalammengajukan segala jenis
pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah :
Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat, Pemberian
acuan, pemusatan, Pemindahgiliran, Penyebaran, Pemberian waktu berpikir dan
pemberian tuntunan.Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan
dari ketrampilan bertanya dasar yanglebih mengutamakan usaha mengembangkan
kemampuan berpikir siswa, memperbesar pertisipasi dan mendorong
siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Ketrampilan bertanya lanjut
di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar.
Karena itu, semuakomponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan
ketrampilan bertanya lanjut. Adapunkomponen-komponen bertanya lanjut itu adalah
: Pengubahan susunan tingkat kognitif dalammenjawab pertanyaan, Pengaturan
urutan pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan
terjadinya interaksi.
2. Ketrampilan Memberikan Penguatan
Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons,
apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi
tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa,yang bertujuan memberikan
informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya
sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon
terhadapsuatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya
kembali tingkah lakutersebut.Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau
mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan
bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran,
merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan
belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif. Ketrampilan
memberikan penguatan terdiridari beberapa komponen yang perlu dipahami dan
dikuasai penggunaannya oleh mahasiswacalon guru agar dapat memberikan penguatan
secara bijaksana dan sistematis.Komponen-komponen itu adalah : Penguatan
verbal, diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan,
persetujuan dan sebagainya. Dan penguatan non-verbal, terdiri
dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara
mendekati, penguatandengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang
menyenangkan, penguatan berupasimbol atau benda dan penguatan tak penuh.
Penggunaan penguatan secara evektif harusmemperhatikan tiga hal, yaitu
kehangatan dan evektifitas, kebermaknaan, dan menghindari penggunaan
respons yang negatif.
3. Ketrampilan Mengadakan Variasi
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks
proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi
kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar,siswa senantiasa
menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan
belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran,
yang dapat di kelompokkanke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu : –
Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara
(teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapanatau kebisuan
guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact
andmovement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan
pergantian posisi guru
dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). – Variasi
dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila
ditunjau dari indera yang digunakan dapatdigolongkan ke dalam tiga bagian,
yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat
antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat
dilihat(visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengart (auditif
aids), variasi alat atau bahanyang dapat diraba (motorik), dan variasi alat
atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba(audio visual aids). –
Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan
muriddalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan
variasi polainteraksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan,
serta untuk menghidupkansuasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai
tujuan.
4. Ketrampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah
penyajian informasi secara lisan yangdiorganisasikan secara sistematik untuk
menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yanglainnya. Secara garis besar
komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :Merencanakan, hal
ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenishubungan
yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus,
ataugeneralisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan
penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
kejelasan, penggunaan contoh danilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan
balikan.
5. Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran
Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah
usaha atau kegiatan yangdilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar
untuk menciptakan prokondusi bagi siswaagar mental maupun perhatian terpusat
pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebutakan memberikan efek
yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran(closure)
ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau
kegiatan belajar mengajar.Komponen ketrampilan membuka pelajaran meliputi:
menarik perhatian siswa, menimbulkanmotivasi, memberi acuan melalui berbagai
usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antaramateri-materi yang akan dipelajari.
Komponen ketrampilan menutup pelajaran meliputi:meninjau kembali penguasaan
inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuatringkasan, dan
mengevaluasi.
6. Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang
melibatkan sekelompok orang dalaminteraksi tatap muka yang informal dengan
berbagai pengalaman atau informasi, pengambilankesimpulan, atau pemecahan
masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yangmemungkinkan siswa menguasai
suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang
memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih
bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan
kreativitas siswa, sertamembina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya
ketrampilan berbahasa.
7. Ketrampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan
dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila
terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.Dalam melaksanakan ketrampilan
mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponenketrampilan yang berhubungan
dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yangoptimal (bersifat
prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif
danmengendalikan pelajaran, dan bersifat represif ketrampilan yang berkaitan
dengan respons guruterhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud
agar guru dapat mengadakantindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar
yang optimal.
8. Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan
Perseorangan
Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas,
yaitu berkisar antara 3 sampai 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk
perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru
memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinyahubungan yang lebih
akrab antara guru dan siswa dengan siswa.Komponen ketrampilan yang digunakan
adalah: ketrampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, ketrampilan
mengorganisasi, ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar danketrampilan
merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Diharapkan setelah
menguasai delapan ketrampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas
dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkanketrampilan-ketrampilan
tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar. Ketrampilan mengajar yang
esensial secara terkontrol dapat dilatihkan, diperoleh balikan (feed back) yang
cepat dantepat, penguasaan komponen ketrampilan mengajar secara lebih baik,
dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen ketrampilan yang
objektif dan dikembangkannya polaobservasi yang sistematis dan objektif.Dari
delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas, yang paling penting bagi guru
adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran
dapat berjalan baik. Selahasatu faktor yang dapat mengukur proses pembelajaran
dapat berjalan dengan baik, makin banyaknya jumlah siswa bertanya.
DAFTAR RUJUKAN
Gagne ,robert M 1973.The Condition of learning and Theory of intruction .New york ;holt Rinehart and Winston inc
Gulo W,2008.Strategi belajar Mengajar .jakarta:Grasindo.
Mayer ,charles .1999.Instructional Design Theories And Strategies ,A ,New paradigma.
Gulo W,2008.Strategi belajar Mengajar .jakarta:Grasindo.
Mayer ,charles .1999.Instructional Design Theories And Strategies ,A ,New paradigma.
Bagaimana cara ketika mengajar, sehingga tidak meninggalkan atau melupakan keterampilan pada saat mengajar
BalasHapusApa yang di maksud dengan teori belajar dan pembelajaran yang berpihak pada teori behavioristik.kognitif.dan konstruksi beserta contohnya kalau ada tolong d jelasakn.
BalasHapusBagaimanakah seorang guru mengadakan variasi terhadap pembelajaran agar tidak terlihat monoton?
BalasHapusYaitu dengan cara memberikan variasi dalam menggunakan media ,hal ini bertujuan agar peserta didik bisa memahami terhadap pembelajaran yang di sampaikan oleh gurunya😊
HapusTerimaka kasih kak, smngat membantu dalam pencarian tugas🙏🏻
BalasHapusTerima kasih juga buat kakx ,maaf kalau ada kesalahan pada materi yang saya buat kak
HapusApa yg terjadi jika guru tidak menguasai salah satu keterampilan mengajar?
BalasHapusSiswa akan merasa sulit dalam menangkap atau menyerap ilmu yang di berikan oleh guru
HapusTerima kasih kak sudah menjawab pertanyaan saya
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih kak, sangat bermanfaat ilmunya 😇
BalasHapusTerima kasih banyak kak atas pujiannya,😊
HapusTerimakasih buat blognya kk. Ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih juga buat kakk😊
HapusMakasih kak materi yang kakak buat d blog Sangat bermanfaat kk
BalasHapusMakasih kak materi yang kakak buat d blog Sangat bermanfaat kk
BalasHapusWahhh,terima kasih banyak kakx
HapusBagaimana cara saudari menjadi guru yg dpt di jadikan contoh tauladan yg baik?
BalasHapusDengan cara menanamkan sikap dan prilaku yang baik pada peserta didik
HapusWah, materinya sangat bagus sekalii
BalasHapusTerim kasih kak,maaf jika ada kesalahan pada materinya kak
HapusMaterinya sangat membantu kk. Makasih atas ilmunya
BalasHapusTerima kasih kakak
HapusSangat bermanfaat artikel yang kakak jelas kan..terimaksih..
BalasHapusTerima kasih banyak kak
HapusMaterinya bagus mbak
BalasHapusTerima kasih kak😊
HapusTerima kasih atas ilmunya kak
BalasHapusSama- sama kakak
HapusTerimakasih, Materinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih untuk informasinya
BalasHapusAlhamdulillah kakak🙏😊
HapusBagaimana cara saudara sebagai seorang guru dalam meningkatkan semangat siswa dalam belajar?
BalasHapusMaterinya sangat bagus. Dan bermanfaat sekali😊
BalasHapusAlhamdulillah kakak😊
HapusCoba saudari jelaskan. Ketika saudari menjadi seorang guru. Keterampilan mengajar apa yang akan saudari terapkan kepada siswa?
BalasHapusBaik kakak,di sini saya akan menggunakan keterampilan belajar kelompok kecil,krna bisa membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan peserta didik lainnya,😊
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kk
BalasHapusSangat bermnafaat
BalasHapusBahannya sangat bermanfaat
BalasHapus