ASPEK MANAJEMEN KELAS
TUGAS MANAGEMEN DI SD
tentang
'' aspek,fungsi,dan faktor managemen kelas
OLEH
ELFIRA DEVITA SRI
1620180
KELAS: 7.5 PGSD
dosen pebimbing
yessi Rifmasari .M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG 2019
SA. ASPEK-ASPEK MANAGEMEN KELAS
tentang
'' aspek,fungsi,dan faktor managemen kelas
OLEH
ELFIRA DEVITA SRI
1620180
KELAS: 7.5 PGSD
yessi Rifmasari .M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG 2019
SA. ASPEK-ASPEK MANAGEMEN KELAS
. Aspek – aspek Manajemen Kelas Adapun
kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut:
a. Mengecek kehadiran
siswa Siswa dilihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan untuk melihat
kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar, kesiapan secara fisik
terutama mental karena dengan perhatian dari awal akan memberikan dorongan kepada
mereka untuk dapat mengikuti kegiatan dalam kelas dengan baik.
b. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai
hasil pekerjaan tersebut Pekerjaan yang sudah diberikan hendaknya dengan cepat
dikumpulkan dan diberikan komentar singkat sehingga rasa penghargaan yang
tinggi dapat memberikan motivasi atas kerja yang sudah dilakukan.
c. Pendistribusian bahan dan alat Apabila ada alat dan bahan
belajar yang harus didistribusikan maka secara adil dan proporsional setiap
siswa memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik atau menggunakan alat dan
bahan dalam proses belajarnya.
d. Mengumpulkan informasi dari siswa Banyak informasi yang
berguna bagi guru dan bagi siswa itu sendiri yang dapat diperoleh dari sswa
baik yang berupa informasi tentang pribadi siswa maupun berkaitan dengan
pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus dan sudah dikerjakan.
e. Mencatat data Data-data siswa baik secara perorangan
maupun kelompok yang menyangkut individu maupun pekerjaan sangat penting untuk
dicatat karena akan mendukung guru dalam memberikan evaluasi akhir terhadap
pencapaian hasil pekerjaan siswa.
f. Pemeliharaan arsip
Arsip-arsip tentang kegiatan dalam kelas disimpan dan ditata dengan rapi dan
dipelihara sebagai tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan informasi
baik bagi guru maupun bagi siswa.
g.Menyampaikan materi
pembelajaran Tugas utama guru adalah memberikan informasi tentang bahan belajar
yang harus dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan berbagai media
dan informasi yang ada dalam kelas.
h. Memberikan tugas / PR Penugasan adalah proses memberikan
tanggungjawab kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat
mengevaluasi kemampuan secara sendiri. Sedangkan hal-hal yang perlu
diperhatikan para guru, khususnya guru dalam pertemuan dengan siswa di dalam
kelas menurut Dirjen POUD dan Dirjen Dikdasmen
1.Ketika bertemu
dengan siswa, guru harus Bersikap tenang dan percaya diri
2. Guru
memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar
3. Mengatur
tempat duduk siswa dengan tertib dan lancar
4. Menentukan tata cara berbicara
dan tanya jawab
5 .Bertindak disiplin baik
terhadap siswa maupun diri sendiri. Menurut Oemar Mark ada 7 aspek yang melalui
fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan
bulat, yaitu
·
Aspek tujuan instruksional
·
Aspek materi pelajaran
·
Aspek metode dan strategi pembelajaran
·
Aspek ketenagaan
·
Aspek media instruksional
·
Aspek penilaian
·
Aspek penunjang fasilitas.
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS
Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan
dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor- faktor tersebut melakat pada kondisi
fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas
yang baik, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:
a.
Kondisi
fisik Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil
pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal
mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh
positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud
meliputi: Ruangan tempat berlangsungnya
proses belajar mengajar Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa
bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang
satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan
kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.
Jika ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang
mempunyai nilai pendidikan.
b.
Pengaturan tempat duduk. Dalam mengatur tempat
duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian
guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan
mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c.
Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu,
ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada)
adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena
itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d.
Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau
segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-
barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas
seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya,
hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan
siswa.Tentu saja masalah pemeliharaan juga sangat penting dan secara periodik
harus dicek dan recek. Kondisi lingkungan fisik tempat belajar memberikan
pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat menciptakan lingkungan
yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik. Ruang tempat
berlangsungnya pembelajaran ; ruang kelas, ruang laboratorium, ruang serbaguna/
aula, pengaturan tempat duduk, pola berderet atau berbaris-belajar, pola susun
berkelompok, pola formasi tapal kuda, pola lingkaran atau persegi, ventilasi
dan pengaturan cahaya, pengaturan penyimpanan barang- barang Kondisi Sosio - Emosional Kondisi sosio
emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan
pengajaran. Kondisi sosio - emosional tersebut meliputi
a. Tipe kepemimpinan Peranan guru
dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas.
Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau
demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b. Sikap guru Sikap guru dalam menghadapi
siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap
bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat
diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan
membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia insyaf akan
kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang
menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk
memperbaiki kesalahannya.
c. Suara guru Suara guru, walaupun bukan
faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang
melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga
tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan
sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah
tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks
cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara
hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.
d. Pembinaan hubungan baik (raport) Pembinaan
hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah pengelolaan kelas
adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa,
diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap
optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta
terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. Kondisi sosio - emosional akan
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. Sikap guru,
sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan
mempengaruhi mod anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau malah
tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak, orang
dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik
diperlihatkan. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus
dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar
dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat
kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman
berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah. . Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun
tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan
rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua
siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan
tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka
akan terbiasa bertingkah laku secara teratur dan penuh disiplin pada semua
kegiatan yang bersifat rutin itu. Kegiatan rutinitas tersebut anatar lain:
·
Pergantian pelajaran
·
Guru berhalangan hadir
·
Masalah antar siswa
·
Upacara bendera
·
Kegiatan lain.
C.FUNGSI MANAGEMEN KELAS
Fungsi Manajemen Kelas Manajemen kelas selain
memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang
optimal, manajenen kelas berfungsi :
1. Memberi dan
melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membantu kelompok dalam
pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam
menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama
dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas.
2. Merencanakan:
memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji
berbagai sumber daya dan metode/teknik yang tepat.
3. Mengorganisasikan:
• menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi. • merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang yang
mampu membawa organisasi pada tujuan. • menugaskan sesorang atau kelompok orang
dalam suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu. • mendelegasikan wewenang
kepada individu yang berubungan dengan keleluasaan melaksanakan tugas.
4. Memimpin: pemimpin
harus memiliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi suri
tauladan 5. Mengendalikan: memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan
aktivitas yang direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka
Cipta.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Apa dampak yang mempengaruhi menajemen di kelas terutama di sd.mksh kakak
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus